Sebelum mudik, jangan lupa untuk perhatikan filter oli

Jakarta (Mechanicity) – Persiapan yang perlu diperhatikan saat hendak melaksanakan kegiatan mudik Lebaran 2022, pengguna kendaraan pribadi khususnya pengguna roda empat diharapkan memperhatikan filter oli dari kendaraan yang akan digunakan nantinya.

Dalam hal ini pemilik kendaraan diharapkan tidak hanya memperhatikan oli saja, tetapi juga harus memperhatikan filter oli dengan baik. Penggantian filter oli sendiri bisa dilakukan bersamaan dengan penggantian oli mesin sehingga sisa oli yang mengendap di filter bisa terbuang percuma.

Untuk mengetahuinya, ada 5 tanda filter oli sudah harus diganti. Tanda-tanda tersebut dapat diamati melalui indikasi di bawah ini.

Mesin terlalu panas
Dikutip dari situs resmi Suzuki, Senin, filter oli yang buruk akan berdampak negatif pada suplai oli yang diterima mesin mobil. Jika semakin sedikit oli yang masuk ke mesin mobil, maka mesin akan menerima pelumasan yang lebih sedikit untuk mencegah gesekan antar komponen yang bergerak.

sayaBaca juga: Pemudik Pengguna SUV Harus Perhatikan Hal Ini

Gesekan dari komponen yang bergerak dan terbuat dari logam dapat menghasilkan panas dengan cepat. Jika panas ini tidak dapat didinginkan dengan oli, dapat menyebabkan mesin menjadi terlalu panas.

Tak hanya itu, jika dibiarkan, mobil akan mengalami kerusakan parah seperti bagian dalam mesin menjadi bengkok, piston berpotensi macet, dan bantalan mesin serta silinder mesin bisa berubah bentuk.

Penurunan tekanan oli
Pemilik mobil dapat melihat tekanan oli dengan mudah dengan melihat pengukur tekanan oli yang terletak di dasbor mobil. Saat situasi normal, pengukur tekanan oli ini akan menunjukkan hasil tekanan oli yang normal dan konsisten.

Namun, jika Anda melihat penurunan tekanan oli yang drastis dan tidak menentu saat Anda mengemudi, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada mobil Anda.

Salah satu penyebab tekanan oli rendah bisa terjadi karena filter oli bocor atau tersumbat, sehingga menghalangi oli masuk ke mesin. Tekanan oli yang terlalu rendah akan menyebabkan distribusi tidak merata.

Komponen mesin akan mengalami kekurangan pelumas. Hal ini karena tidak ada minyak yang tersalurkan. Jika situasi ini terjadi terus menerus, maka mesin dapat mengalami menjadi terlalu panas. Parahnya, bisa jadi kendaraan akan turun mesin.

Sebagai informasi, untuk tekanan oli mesin mobil normal indikatornya berada pada 1,0 Kg/cm2 hingga 2,0 Kg/cm2. Jika sinyal indikator menunjukkan tanda merah atau hasil pengukuran menunjukkan tekanan oli mesin di bawah 1,0 Kg/cm2, kemungkinan filter oli mesin mobil harus segera diganti.

Ada suara gesekan logam
Filter oli yang tersumbat akan memasok lebih sedikit oli ke mesin. Ketika minyak yang dipasok berkurang, suara akan terdengar. Seperti apa bunyinya cari tahu di Kedengarannya seperti komponen logam bergesekan satu sama lain.

Jika dalam kondisi seperti ini mobil terus dipacu dengan kecepatan tinggi, maka dapat berisiko terjadinya keausan dan penurunan kualitas komponen pada mobil.

Performa Mesin Mobil Menurun
Akumulasi kontaminan pada oli mesin mobil terjadi karena filter oli yang rusak. Bila ini terjadi, maka performa mesin mobil akan menurun. Tak hanya itu, tenaga yang seharusnya dihasilkan mobil juga akan berkurang.

Pengemudi tidak akan mendapatkan kecepatan yang diinginkan dan mobil akan melambat. Semakin masalah ini diabaikan, performa mobil akan semakin menurun.

Asap knalpot kotor
Banyak pemilik mobil yang beranggapan bahwa knalpot yang mengeluarkan asap menandakan adanya masalah pada salah satu bagian mesin. Pendapat ini bisa benar, tetapi juga sebaliknya. Anda harus memperhatikan terlebih dahulu saat keluar asap dan warnanya.

Jika asap yang keluar dari knalpot hanya berupa asap putih tipis yang tidak bertahan lama, maka Anda tidak perlu khawatir. Asap knalpot jenis ini muncul karena pengembunan atau pengembunan yang biasanya terjadi pada mobil yang berada di tempat dengan suhu dingin.
saya
Di sisi lain, Anda perlu khawatir jika asap knalpot berwarna hitam dan ini terjadi pada mobil tua. Asap ini menandakan ada yang tidak beres dengan proses pembakaran bahan bakar.


Baca juga: Sebelum Pulang, Pertimbangkan Biaya Kesehatan dan Perjalanan


Baca juga: Lima Perlengkapan yang Harus Dimiliki Saat Pulang Menggunakan Kendaraan Pribadi


Baca juga: Mobil Bisa Goyang, Jangan Pasang Atap Box Untuk Pulang Saja

reporter:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Hak Cipta © Mechanicity 2022