Lokomotif uap abad 18 direstorasi demi lestarikan sejarah

Jakarta (Mechanicity) – Para pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) merestorasi lokomotif uap Seri B2207 buatan tahun 1898 sebagai upaya melestarikan sejarah perkeretaapian di tanah air.

“Hari ini IRPS telah berhasil merestorasi lokomotif B2207 yang ada di Bumi Perkemahan di sini, yang nantinya diharapkan bisa menjadi salah satu sarana pendidikan bagi generasi muda karena ini memang cukup bersejarah,” ujar External Assistant Manager PT Kereta Api Indonesia ( Persero) atau KAI Kamtono, Rabu.

Kamtono mengapresiasi upaya IRPS bekerjasama dengan Buperta Cibubur untuk melestarikan lokomotif bersejarah yang berada di kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur itu.

Ia berharap ke depan, IRPS dan komunitas pecinta kereta api lainnya dapat melakukan kegiatan serupa di berbagai daerah sehingga sejarah perkeretaapian dapat dipertahankan.

Baca juga: Jabar Gelar Wisata Kereta Api Sejarah, Khususnya Wisatawan Asing

Kepala IRPS Ricki Dirjo mengatakan program pelestarian lokomotif uap seri B2207 dilakukan sebagai bagian dari visi masyarakat untuk melindungi aset perkeretaapian di Indonesia yang memiliki nilai sejarah panjang.

Lokomotif uap seri B2207 ini dulunya dimiliki oleh perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda, yaitu Nederlandsch Indische Spoorweg-Matschappij (NIS) dan melayani di jalur utama Semarang – Surabaya untuk angkutan penumpang dan barang.

Setelah Indonesia merdeka dan modernisasi perkeretaapian, lokomotif buatan Jerman melayani jalur cabang.

Lokomotif yang pernah dimiliki Depo Lokomotif Kudus ini dibawa ke Buperta Cibubur oleh Ibu Negara Hj Siti Hartinah Tien Suharto pada tahun 1973.

Ricki menuturkan seiring berjalannya waktu, lokomotif uap seberat 25 ton itu mengalami kerusakan dan pembusukan. Sebelum diawetkan, kata dia, lokomotif itu dipenuhi karat dan tumbuhan liar.

Baca juga: PT KAI Kenalkan Sejarah Kereta Api Lewat Kunjungan Wartawan

“Bentuk fisiknya masih sama, tapi kondisinya sudah berkarat, keropos, dan ditumbuhi tanaman liar, jadi tidak dirawat. Jadi minimal kita restorasi dulu tampilan fisiknya sebagai bukti bahwa komunitas ini, kita peduli dengan sejarah. kereta api di lokomotif ini,” kata Ricky.

Program pelestarian tersebut telah dilakukan sejak pertengahan Februari 2022. Biaya tersebut diperoleh dari hasil iuran anggota masyarakat.

Ricki berharap dengan selesainya perawatan lokomotif uap B2207, masyarakat semakin antusias melihat dan mempelajari sejarah perkeretaapian.

“Semoga ini bisa menjadi magnet baru bagi teman-teman atau wisatawan yang berkunjung ke sini, ternyata ada lokomotif yang sekarang sudah dalam keadaan baik dan tidak hanya sebagai sarana berfoto tapi juga mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Buperta Cibubur Ermadi berharap kerjasama dengan IRPS dapat terus berlanjut.

Dikatakannya, pihaknya telah memberikan fasilitas berupa ruangan kepada IRPS untuk mempermudah mengedukasi masyarakat tentang sejarah lokomotif uap seri B2207 di Buperta Cibubur.

“Saya juga berharap ini bisa menjadi edukasi bagi generasi muda di bumi perkemahan ini. Nanti ada arahan dari IRPS yang akan memberikan informasi tentang sejarah lokomotif uap ini,” kata Ermadi.

IRPS adalah komunitas pecinta kereta api yang memusatkan perhatian dan kegiatannya pada penyelamatan dan pelestarian aset perkeretaapian Indonesia yang bernilai sejarah. Komunitas yang berdiri sejak tahun 2004 ini memiliki sekitar 250 anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Sawahlunto Minta Kemenpar Hidupkan Lokomotif Kuno “Mak Itam”

Baca juga: Kereta Uap Purba Dioperasikan di Solo Tahun Depan

Baca juga: 1.000 Orang Kunjungi Museum Ambarawa Setiap Hari

reporter:
Redaktur : Suryanto
Hak Cipta © Mechanicity 2022